Ustadz Ahmad Zaki, Founder Berani Hijrah

 

Allah memang Maha Penerima Taubat. Hanya kadang lingkungan sekitar masih belum siap menerima seseorang yang bertato. Nah program ini bertujuan untuk membuat hijrah kita lebih lengkap dan sempurna, kata Ustadz Ahmad Zaki, Founder Berani Hijrah dan pencetus program hapus tato, Sabtu, 9 September 2017

Matahari pagi belumlah terasa terik tetapi suasana di kantor masjid Al-Falah sudah mulai terasa panas. Belasan orang berbaris antri masuk ke dalam sekretariat masjid yang tidak begitu besar itu. Dandanan dan gaya mereka sedikit berbeda dengan jamaah masjid lainnya. Lebih muda, terlihat santai dan casual dengan menggunakan jumper dan celana jeans. Saat gohijrah.com mendekat, sekilas terlihat corak tato menyembul dari balik baju-baju mereka.

Tidak sedikit jamaah lainnya yang penasaran mengenai apa yang terjadi di kantor tersebut. Bahkan beberapa jamaah pun bertanya; ada apa. Ternyata mereka adalah peserta hapus tato yang digagas oleh Berani Hijrah, pimpinan Ustadz Ahmad Zaki. Dengan menggandeng Masjid Al-Falah Surabaya, program hapus tato Berani Hijrah dilaksanakan selama dua hari di Surabaya. Mulai Sabtu sampai Ahad 9 dan 10 September. Yang menarik, peserta hapus tato tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Surabaya dan sekitarnya saja. Malah ada satu peserta yang nekat mengendari motor dari Kuta, Bali selama 12 jam demi mengikut program ini.

Assalamualaikum, sapa gohijrah.com kepada anak-anak muda tersebut. Dengan serentak mereka menjawab salam kami. Salam yang ramah, senyum dan jabat tangan yang erat, sangat kontras dengan penampilan dan tato yang mereka miliki. Pandangan seperti ini wajar muncul, karena tato selain diharamkan dalam Islam, tato juga masih disimbolkan sebagai sesuatu yang buruk. Tetapi pandangan itu sirna ketika berhadapan

dengan anak-anak muda yang sudah berhijrah ini. Hampir bisa dibayangkan bagaiman gaya hidup mereka saat masih jahiliyah dahulu. Pasti berbeda 180 derajat dengan sekarang. Allah memang Dzat yang Maha membolak balikan hati.

Pikirian saya pun melayang mengingat bagaimana Sahabat Umar bisa berubah karena hidayah dari Allah. Padahal sebelumnya, Sahabat Umar adalah sosok yang dikenal keras memusuhi dakwah Nabi. Bahkan Sahabat Umar berencana hendak membunuh Nabi. Tapi begitu Allah membalik hatinya kepada Islam, Sahabat Umar menjadi sosok yang sangat mencintai Nabi. Bahkan Nabi pun serkata, jika ada Nabi setelahku, itu adalah Umar bin Khattab.

Saat program ini dibuka di Surabaya, tidak kurang dari 70 orang yang mendaftar untuk menghapus tatonya. Karena kapasitas mesin laser yang terbatas, hanya dibatasi sekitar 40 orang saja. Dan ketika program ini dilaksanakan, peserta hapus tato tersisa kurang lebih 30 orang saja. Bisa karena alasan medis maupun ketidaksiapan mental, ujar Pak Kuncoro selaku koordinator dari Masjid Al-Falah. Saat gohijrah mendatangi Masjid Al-Falah, memang terlihat berapa orang membatalkan niatnya untuk menghapus tato mereka.

Menurut Ustadz Zaki selaku penggasan Berani Hijrah, sebelum mengikuti program ini, para peserta harus jujur mengenai kondisi kesehatan mereka. Peserta yang menderita penyakit kencing manis, HIV-AIDS, dan hepatitis dilarang mengikuti program tersebut. Takutnya malah tidak sembuh setelah diambil tindakan, ujarnya. Selain masalah kesehatan, ibu hamil dan menyusui juga tidak disarankan untuk mengikuti program tersebut. Dari data yang gohijrah.com peroleh, diantara 40 orang tersebut, 6 orang diantaranya adalah perempuan dengan 1 orang yang dalam kondisi menyusui.

Salah Satu Peserta Sedang Dilakukan Tindakan Medis

Meski program ini boleh diikuti oleh semua orang yang memiliki tato, akan tetapi alasan penghapusan tato menurut Ustadz Zaki harusdidasari oleh keinginan memperbaiki diri dan berhijrah dari masa lalu yang kelam. Kita pernah menemukan peserta, yang dia ingin tatonya dihapus karena jelek. Bukan karena hijrah, ujarnya sambil tertawa.

Sebelum dilakukan tindakan medis, para peserta diberikan anestesi (bius, red) lokal dengan cara dioles. Bagian yang dioles tersebut kemudian dibungkus plasti agar obat anestesi tersebut menyerap ke dalam kulis. Rasanya panas mas, ujar Rahmadi, salah satu peserta program. Satu jam setelah pemberian obat tersebut, barulah para peserta dikenakan tindakan medis. Ustadz Zaki menambahkan, penghapusan tato tidak bisa dilakukan sekaligus tetapi membutuhkan tindakan beberapa kali hingga tato tersebut hilang. Jeda waktuya 45 hari setelah tindakan pertama, baru boleh dilakukan tindakan berikutnya, ujarnya. Karena itu Ustadz Zaki berharap setiap kota bisa memiliki alat seharga kurang lebih 60 juta rupiah tersebut. Teknisnya nanti insya Allah kami bantu. Asal dengan syarat, program ini harus gratis, kata Ustadnya Zaki sambil berharap gohijrah.com mampu menjadi inisiator hapus tato di Surabaya. Insya Allah.

Surabaya adalah kota ke empat setelah Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Setelah dari Surabaya, rencananya, program hapus tato ini akan kembali ke Yogya dan Bandung.

Hijrah, Tour Guide Ini Rela Naik Motor dari Bali untuk Hapus Tato

Mendapat informasi dari Google tentang program hapus tato di Surabaya, Kamil, seorang tour guide (pemandu wisata, red) di Kuta, Bali, tanpa pikir panjang langsung berangkat ke Surabaya. Berbekal baju seadanya, memacu kencang motor yang dimilikinya. saya bahkan belum pamit sama keluarga, ujar pria yang sudah menetap di Bali selama 15 tahun ini tersenyum. Berangkat dari Kuta sekitar pukul 10 pagi, dengan kecepatan sekitar 80 km perjam sampai 100km perjam, ia tiba di Surabaya pukul 11 malam.

Kamil lebih lanjut mengatakan, sebenarnya ia sudah mengetahui program ini saat masih diadakan di Jakarta. Tapi karena lokasinya yang terlalu jauh, ia mengurungkan niatnya untuk mengikuti program tersebut. Qodarallah, acara ini ternyata juga diadakan di Surabaya. Saya tahunya Kamis malam, kata pria yang memliki tato sejak tahun 1996 ini.

Menurut Kamil, keinginannya yang kuat untuk menghapus tato didasari oleh Surat An-Nisa Ayat 119 yang artinya: Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

Selain itu Kamil juga menyebut hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim (muttafaq alaih) yang artinya: Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya (mutawasshimah), menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, mereka telah merubah ciptaan Allah. Karena itu saya menyesal dulu mentato tangan saya, ujar Kamil. Kini dengan adanya program hapus tato, Kamil berharap jalan hijrah yang dipilih bisa lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah Jalla Jalaluhu. Semoga Istiqomah Bro Kamil.

KOMENTAR