Beberapa hari terakhir netizen dikejutkan dengan video singkat seorang wedding fotografer dari Surabaya, Hendy Wicaksono. Video tersebut berisi pengumuman dirinya yang tidak akan menerima sesi foto pre wedding. Padahal sesi foto inilah yang digemari seorang fotografer pernikahan. Fun dan secara finansial sangat menguntungkan. Hingga berita ini ditulis, video di akun instagram Hendy https://www.instagram.com/hendywicaksono/ sudah ditonton lebih dari 17 ribu orang, Masya Allah. Belum yang di youtube, facebook, dan di repost oleh akun-akun lainnya. Video youtube bisa dilihat dihttps://www.youtube.com/watch?v=5uxV59BVGq0&feature=youtu.be

Video Hendy bahkan sempat diberitakan di berita Islam Trans Tv dengan judul fotografer tobat. Lalu apa yang menyebabkan Hendy harus berhenti menjadi fotografer pre wedding? Dibanyak berita dijelaskan alasan Hendy karena keharaman sesi foto tersebut. Tapi yang belumtergali, kapan jleb awarness Hendy tersebut muncul hingga menyebabkan dirinya harus quit dari job yang digeluti sejak tahun 2009 tersebut.

Berkali-kali sebenarnya gohijrah.com berusaha bertemu dengan Hendy. Akan tetapi kesibukannya membuat pertemuan kami tertunda beberapa kali. Hingga akhirnya Ahad malam, gohijrah.com mengirimkan pesan untuk membuat janji kembali. insya Allah besok bisa mas, ujar Hendy menyanggupi. Akhirnya disepakatilah pertemuan kami di soto Cak Har pukul 09.00 pagi.

Sekitar pukul 8.15 pagi kami berangkat dari wilayah Waru Sidoarjo. Jika normal, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju soto Cak Har. Qadarullah, kami baru tiba di lokasi pukul 09.05 pagi atau 5 menit lebih lambat dari waktu yang disepakati. Begitu masuk, kami mendapati Hendy sudah duduk di bangku bagian selatan. assalamualaikum, sapa kami kepada Hendy. Setelah menjawab, Hendy kemudian mempersilahkan kami duduk. Beberapa saat kami ngobrol mengenai videonya yang viral tersebut dan mulailah kami bertanya apa sebenarnya yang menyebabkan Hendy harus segera berhenti menerima foto prewedding. yang jelas itu haram. Bukan mahram tapi pegang-pegangan, ujarnya tersenyum.

Tekad kuat Hendy untuk berhenti menerima foto pre wedding berawal dari sahabat terdekatnya yang meninggal setelah berjuang melawan kanker selama 2 tahun. shock dan terpukul banget saya mas, ujar Hendy yang memulai karir fotografi dari kamera pinjaman. Karena kedekatannya itu, semua yang berkaitan dengan jenazah dan pemakaman diurus oleh Hendy hingga membawa jenazah ke liang lahat pun dilakukan Hendy. Nah pada saat itulah ia merasa merinding dan takut. ketika jenazah mau dimasukin ke liang lahat, saya berpikir gimana saya nanti ya. Besok-besok aku juga bakalan disini dan setelah orang-orang ninggalin, kan aku nanti juga bakal ditanyain, hidup saya ini untuk apa dan apapun yang aku lakuin di dunia ini aku kudu siap mempertanggung jawabkan, imbuh pria beristrikan dokter kulit tersebut.

Setelah pemakaman selesai, Hendy pun mulai stalking kajian-kajian dari para asatidz di youtube. Kajian Ustadz Khalid dan asatidz lainnya pun mulai ia tonton dan itu memberikan efek sehingga ia yakin 100 persen untuk berhenti menerima permintaan foto pre wedding.

Sebenarnya keinginan berhenti menerima foto pre wedding sudah muncul sejak tahun 2016. Saat itu ia sudah mulai diajak sang istri untuk mengikuti beberapa kajian asatidz di sekitar Surabaya. Tetapi melihat potensi keuntungan yang besar, ia ragu untuk berhenti. Apalagi permintaan foto pre wedding juga semakin hari semakin banyak. kalau foto wedding kan biasanya ya gitu aja. di dalam gedung dan tidak bisa diarahkan. Tapi kalau pre wedding itu fun dan orang berani bayar mahal, ujar Hendy yang memulai karir sebagai fotografer untuk foto tahunan siswa SMA 2 Surabaya tersebut. Hendy menyebut untuk sekali foto pre wedding ia biasa mematok harga 12-15 juta untuk jasa foto saja.

Selain itu, hal yang menyebabkan ia mengurungkan niat untuk berhenti saat itu adalah ketakutan akan rezeki yang berkurang. Sekuat-kuatnya setan membisikkan tipu daya ke hati manusia, jika Allah azza wa jalla sudah berkehendak, tidak akan ada yang mampu mencegah dan menahan. Dan Allah adalah satu-satunya Dzat yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Hingga akhirnya turunlah hidayah Allah saat Hendy melihat sahabatnya meninggal.

Meskipun masih bergelut di foto pernikahan, tetapi kini Hendy hanya membatasi dirinya untuk foto wedding dan post wedding. dulu saya termasuk yang mempopulerkan foto prewedding. Kini untuk menebus dosa saya, insya Allah masyarakat akan saya edukasi mengenai foto post wedding setelah akad. Jadi masih bisa dipasang saat resepsi, ujarnya menutup pembicaraan. Masya Allah, semoga istiqomah hijrahnya Hendy.

KOMENTAR