Sore itu suasana kota Surabaya diguyur hujan amat lebat. Genangan air terlihat berada di setiap sudut bahkan di beberapa tempat genangan tersebut cukup dalam. Alhamdulillah, dengan izin Allah, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat kami untuk bersilaturahmi ke salah satu pengusaha di kota Surabaya, M. Bachtiar Teguh, pemilik Supplier Kebab Surabaya (SKS)

Tumpukan kardus menyambut kami saat memasuki teras rumahnya. Setelah mengucapkan salam kami pun dipersilahkan masuk oleh seorang ibu yang tak lain adalah ibu dari pengusaha tersebut. Tidak berapa lama, Bahtiar pun keluar. Maaf berantakan. Ini barusan selesai packing, ujar Bachtiar tersenyum.

Tak lama berselang, suguhan teh hangat mampu meredam rasa dingin saat itu. Tak lupa juga menu andalan pun disajikan, sepiring kebab yang hangat. Wajar pemilik rumah adalah juragan kebab di Surabaya. Rasanya? Hmmmm, begitu mantab sejak gigitan pertama, begitu kontras dan pas antara bumbu dan daging bakarnya, serasa ingin terus menggigit, lagi dan lagi.

Perlahan pria yang akrab dipanggil mas Bachtiar pun mulai menceritakan kisah lika-liku perjalanan usahanya tersebut. Usaha yang tanpa sengaja berawal dari praktek tugas akhir mata kuliah bisnis di kampus. Saat itu ia diminta membuat sarana pemasaran melalui internet. disuruh buat blog web, ujar pengusaha Bachtiar.

Tugas yang diberikan oleh sang dosen adalah bahwa setiap blognya harus menjadi nomor 1 di setiap halaman google. Sempat kebingungan saat mencari produk akhirnya sang kakak memberi saran untuk memasarkan kebab seperti yang sudah dijalankan oleh kakaknya. Namun dengan sedikit modifikasi dan dioptimasi oleh dosen di kampus, akhirnya bisa menjadi halaman web nomor 1 di google.

Selama 3 bulan pertama tidak ada penjualan, hanya sebatas pertanyaan dari beberapa klien, termasuk klien dari Malaysia. Tetapi seiring berjalannya waktu, usaha kebabnya mulai dikenal. Bahkan sekarang pengiriman barang sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia. Hujan masih mengguyur dengan derasnya, akhirnya kisah mengenai masalah ribawi juga tak luput dari kisah Bachtiar yang pernah mendarat dalam kehidupan pria yang tinggal di Semolowaru Elok tersebut.

Persoalan riba terjadi ketika hendak menikah, hutang dengan bunga sebuah koperasi pernah ia rasakan, akibatnya mempengaruhi bisnisnya menjadi kacau hingga usahanya terancam gulung tikar. Suatu ketikapernah ia berencana mengirim barang keluar pulau akan tetapi kapal batal berlayar karena gelombang besar. Akhirnya ia mengalami kerugian karena barang menjadi rusak dan basi.

Alhamdulillah sekarang usaha yang digeluti tembus omset 300 juta perbulan. Pria yang masih memilki satu karyawan ini membuka kesempatan bermitra untuk jualan kebab dengan harga paket beragam, tidak perlu membeli nama. pembeli sendiri yang ngasih nama merk kebabnya, ucap Bachtiar mengakhiri pembicaraan. Tanpa terasa waktu bejalan dengan cepatnya, berhubung sudah mendekati waktu magrib kami pun pamit undur diri.

KOMENTAR