Belum lupa ingatan umat akan kasus penistaan al-Maidah oleh salah satu calon gubernur DKI beberapa waktu lalu, kini umat Islam harus kembali bersabar atas dugaan pelecehan syariat adzan oleh salah satu tokoh wanita nasional. Tindakan kontroversial tersebut kemudian memicu reaksi umat dimana-mana, terutama oleh netizen di dunia maya. Dalam puisi berjudul IBU INDONESIA tokoh tersebut mengatakan, bahwa kidung atau nyanyian lebih merdu dari pada adzan, waliyadzubillah.

Kita tahu bahwa adzan adalah panggilan untuk sholat bagi umat muslim, tapi secara syariat bagaimana kedudukan adzan sendiri bagi Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :Tidak ada tiga orang di satu desa yang tidak ada adzan dan tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali setan akan memangsa mereka. (Ahmad, no. 20719)

Hadis lain yang berkaitan dengan setan dan adzan adalah hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Apabila diserukan adzan untuk shalat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamat ia berlalu lagi …” (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 1267)

Selain acaman akan dimangsa setan, adzan juga merupakan wasilah untuk mendapatkan syafaat Nabi di hari kiamat kelak. Hadits Jabir yang berbunyi:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang ketika (selesai) mendengar adzan berkata: Maka mendapatkan syafaatku pada hari kiamat. [HR Al Bukhari].

Hadis-hadis tersebut menunjukkan betapa agung dan luar biasanya adzan bagi umat Islam. Bahkan menurut Ibnu Hazm, menjawab adzan dihukumi wajib. Meskipun pendapat mayoritas ulama mengatakan sunah, akan tetapi mengingat penting dan manfaat adzan, wajar Ibnu Hazm hingga berpendapat mengenai wajibnya menjawab adzan. Lalu bagaimana bisa syariat adzan ini dianggap kalah merdu dengan sebuah kidung atau nyanyian? Subhanallah. Semoga kita dilindungi Allah dari sikap yang demikian dan semoga tokoh tersebut diberikan hidayah oleh Allah dan bertaubat atas segala ucapannya.

KOMENTAR