BATAM - Manajemen rumah tangga islami, menjadi tema terakhir kajian yang diisi oleh Ustadz Khalid Basalamah, di Masjid bukit indah sukajadi, Batam, pada Ahad (22/7), ba'da dhuha.

 

Ustadz bermanhaj salaf ini menjabarkan definisi pernikahan islami, yaitu penyatuan 2 lawan jenis laki2 dan perempuan anak Adam dalam satu ritual agama, yang menghalalkan hubungan seksual diantara keduanya, yang menyatukan hubungan keluarga, suku maupun negara.

 

"Menikahlah karena ibadah, diniatkan untuk ibadah. rumah tangga adalah gerbong menuju surga. Tapi yg lebih utama untuk menjalankan perintah Allah dan RasulNya," ujarnya.

 

Ustadz Khalid menyebutkan tujuan-tujuan menikah, diantaranya adalah :

1. Meningkatkan ibadah

2. Agar saling mengenal antar suku-suku maupun bangsa-bangsa

3. Meraih ketentraman jiwa

4. Untuk mendapat keturunan yang sholeh dan sholehah.

 

"Adapun tujuan-tujuan tersebut bisa diraih melalui konsep pernikahan islami, antara lain dengan cara ta'aruf islami, yakni nadzor untuk melihat wajah dan telapak tangan calon istri, kemudian mengenali masing-masing calon melalui keluarga dan lingkungannya," ungkapnya.

 

Ustadz Khalid juga memaparkan bagaimana tata cara pernikahan islami atau syar'i, yakni walimah syar'i, jangan ada musik maupun makan sambil berdiri, kemudian harus ada wali dari pihak calon mempelai wanita, seperti yang tertuang dalam hadits dari Aisyah Radhiallaahu’anha, Rasulullah shalallaahu’alaihiwasalam bersabda : “seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka pernikahannya adalah batil,batil, batil. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali.” HR Abu Dawud.

Selanjutnya adanya akad yang membedakan halal haramnya suatu hubungan lawan jenis, kemudian mahar, adanya saksi yang terpercaya dan terakhir mengiklankan pernikahan agar tidak timbul fitnah.

 

Selain itu, ustadz Khalid juga menjabarkan hak dan kewajiban suami, diantaranya adalah, setelah akad nikah

Hak dan kewajiban suami-istri adalah:

- Kewajiban suami, yaitu: memperlakukan istri dengan baik, memberi nafkah (berupa: makanan, pakaian, minuman, tempat tinggal dan transportasi), perlindungan, kebutuhan biologis, serta bimbingan.

 

Sedangkan kewajiban istri diantaranya adalah: berlaku taat pada suami, meraih keridhaan suami, memenuhi kebutuhan biologis suami (meliputi: pandangan mata, perut, kemaluannya), serta tidak beribadah Sunnah kecuali dengan seijin suami.

 

"Kewajiban suami adalah hak yang harus didapatkan oleh istri, sedangkan hak suami adalah mendapatkan apa-apa yang menjadi kewajiban seorang istri," terangnya

 

Ia berpendapat bahwa menjadi seorang suami dan istri dalam sebuah rumah tangga adalah seperti sebuah pekerjaan yang bekerja di perusahaan Ilahi. Sehingga harus benar-benar menjalankan pekerjaan mulia tersebut murni ibadah karena Allah. (HA)

KOMENTAR