# As-Syirkul Akbar

Lawan dari tauhid adalah As-Syirk.

 

Tauhid : Mengikhlaskan dalam beribadah

Syirik : Tidak ikhlas dalam beribadah

 

As-Syirk merupakan perkara yang paling berbahaya dan harus dijauhi setiap mukmin.

 

Allah berfirman:

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

 

الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً  ۖ  وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ  ۚ  فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21-22).

 

# Syirik terbagi dua : Syirik Akbar & Syirik Ashghar

 

# Dosa syirik adalah dosa yang paling besar, karena :

+ Terkait dengan hak Allah عَزَّ وَ جَلَّى

+ Mengeluarkan pelakunya dari islam

+ Membuat pelakunya kekal di neraka

+ Allah عَزَّ وَ جَلَّى tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali manusia tersebut bertaubat

 

+ Dalil pertama :

Allah berfirman :

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ  ۗ  اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Luqman 31: Ayat 13).

 

+ Dalil kedua :

Dari ‘Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasûlullâh , ‘Dosa apakah yang paling besar?’ Beliau  menjawab, “Engkau menyekutukan Allâh padahal Dia yang telah menciptakanmu.”

Kemudian aku bertanya lagi, ‘Kemudian dosa apa lagi?’ Beliau menjawab, "Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” Aku bertanya lagi, ‘Kemudian dosa apa lagi?’ Beliau  pun menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.”

(Shahih Bukhâri (no. 4477, 6001, 6811, 6861, 7520, 7532).

 

Penjelasan dalil kedua : Allah adalah yang menciptakan kita, tetapi kita menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah (Pencipta kita), tentulah hal ini sangat tidak masuk di akal dan suatu bentuk kedzaliman.

 

 

# Apakah orang yang syirik berarti dia tidak menyembah kepada Allah ?

 

» Tidak demikian, dia tetap menyembah kepada Allah tetapi juga menyembah / mengabdi kepada selain Allah

 

Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ  ۗ  وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ   اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا  ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165).

 

# Contoh syirik akbar secara umum :

+ Beribadah, berdoa atau meminta pertolongan kepada selain Allah , yang sesuatu tidak berkuasa sama sekali untuk diibadahi, mengabulkan doa atau menolong.

+ Mencari keberkahan (tabarruk) dari orang yang telah mati. Keyakinan bahwa keberkahan berasal dari orang yang telah mati, adalah letak kesyirikan tersebut. Keberkahan meliputi : waktu, tempat, amal perbuatan, orang shalih (masih hidup).

+ Meminta tolong kepada orang (shalih) yang masih hidup tetapi yang dimintai tolong tersebut tidak hadir didekatnya. Dia menganggap dan meyakini 'si penolong' bisa membantunya dari jarak jauh melalui doa yang dipanjatkan.

 

# Apakah kesyirikan ada di dalam masyarakat kita saat ini ?

 

» Kesyirikan itu tetap ada. Allah berfirman:

وَمَا يُؤْمِنُ اَكْثَرُهُمْ بِاللّٰهِ اِلَّا وَهُمْ مُّشْرِكُوْنَ

"Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka menyekutukan-Nya." (QS. Yusuf 12: Ayat 106).

 

 Nabi  bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga beberapa kabilah dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan beberapa kabilah dari umatku menyembah berhala.” (HR. Sunan Abu Daud).

 

# Apa hukum berdoa kepada orang mati ?

» Jika si pelaku menganggap orang mati itu bisa mengabulkan doanya, melapangkan rezekinya, maka hal ini termasuk dosa besar.

 

# Apakah hukum menjadikan orang yang mati sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah .

» Orang yang sudah meninggal butuh didoakan, bukan dimintai tolong / dimintai doa. Hal ini bisa membawa si pelakunya kepada kesyirikan dan dosa besar.

 

Allah berfirman:

وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً لَّا يَخْلُقُوْنَ شَيْئًـا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ  وَلَا يَمْلِكُوْنَ لِاَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا وَّلَا يَمْلِكُوْنَ مَوْتًا  وَّلَا حَيٰوةً وَّلَا نُشُوْرًا

"Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan." (QS. Al-Furqan 25: Ayat 3).

 

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa yang mati dalam keadaan menyeru (/menyembah) selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhari)”.

 

# Doa adalah inti dari agama, berdoalah kepada Allah . Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ  اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

"Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir 40: Ayat 60).

 

# Bentuk jawaban dari Allah atas doa-doa kita :

+ Dikabulkan sesuai permintaan

+ Ditunda pengabulannya

+ Diganti dengan hal lain yang semisal

+ Dihindarkan dari musibah / keburukan

+ Disimpan untuk diberikan di akhirat

 

# Apakah orang mati bisa mendengarkan doa ?

» Tidak bisa.

 

Allah berfirman:

اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَآءَ اِذَا  وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ

"Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang." (QS. An-Naml 27: Ayat 80).

 

Allah berfirman:

وَمَا يَسْتَوِى الْاَحْيَآءُ وَلَا الْاَمْوَاتُ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَاۤ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ

"dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar." (QS. Fatir 35: Ayat 22).

 

# Beranggapan atau meyakini bahwa pawang hujan adalah benar memiliki kemampuan untuk mengatur hujan, adalah suatu bentuk kedzaliman, ternodanya aqidah dan suatu dosa besar (syirik).

 

Allah berfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2).

 

Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34).

 

Nabi  ditanya tentang Ar-Ra'du, lalu beliau  menjawab,

مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

”Ar-Ra’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”

(HR. Tirmidzi no. 3117. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

Kajian Islam Rutin

Gohijrah - Jl. Diponegoro 39 Surabaya

Oleh : Ustadz Yhongki Ariga

Kamis, 13 Dzulqa'dah 1439 H (26 Juli'18)

(Diringkas oleh : Isfanz Rozyn)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

 

KOMENTAR