(Merujuk pada Kitab Tauhid - Pemurnian Ibadah Kepada Allah, Syaikh Muhammad At-Tamimi)

Kajian Rutin Selasa Malam - Gohijrah
Oleh : Al Ustadz Ma'ruf Nursalam, Lc ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ

Kajian Islam Rutin - Gohijrah
Selasa, 25 Jumadil Awwal 1441 H / 21 Januari 2020
Jl. Diponegoro No. 39, Surabaya


أعوذُ باللهِ السَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشيطانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللهِ الّرحْمنِ الّرحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

رَِبِّيْ زِدْنِي عِلْماً وَارْزُقْنِي فَهْمًا


*Bab 13. Termasuk Syirik : Isti'adzah (Meminta Perlindungan) Kepada Selain Allah*


※ Allah Ta'ala berfirman:

وَّاَنَّهٗ كَا نَ رِجَا لٌ مِّنَ الْاِ نْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَا لٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَا دُوْهُمْ رَهَقًا ۙ
"dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS. Al-Jinn 72: Ayat 6).


※ Khaulah binti Hakim menuturkan, "Aku Mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa singgah di suatu tempat, lalu berdoa, 'Aku berlindung dengan kalimat (kalam) Allah Yang Mahasempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan,' maka tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya itu." (HR. Muslim).

Kandungan dari bab ini ada beberapa hal :

1. Isti'adzah (meminta perlindungan) kepada selain Allah Ta'ala adalah termasuk syirik. 

Secara umum, berlindung kepada selain Allah Ta'ala adalah boleh. Tetapi jika dibatasi dalam urusan tauhid, maka berlindung kepada selain Allah Ta'ala adalah suatu kesyirikan.

Berlindung dengan payung dari hujan; berlindung kepada polisi dari ancaman kejahatan, boleh-boleh saja.

Perlindungan yang terkait dengan keyakinan (tauhid) kepada selain Allah Ta'ala, maka hal ini tidak diperbolehkan (syirik). Menempati rumah baru, agar aman dari gangguan/kejahatan, dengan meminta pertolongan kepada 'ustadz' yang dia memberikan tulisan berisi doa/ayat Qur'an untuk dipasang di rumah baru, yang diyakini hal ini mampu mendatangkan keamanan, maka hal ini termasuk syirik.

2. Berlindung kepada sesuatu yang tidak kasat mata selain Allah Ta'ala (misal : bangsa jin), juga termasuk dosa syirik. Walaupun mungkin ada yang merasakan adanya perlindungan dari bangsa jin tersebut, tetap saja ini termasuk syirik. Ada atau tidaknya perlindungan dari bangsa jin kepada manusia, bukan berarti bisa mengubah hukumnya menjadi boleh.

3. Hadits dari Khaulah binti Hakim menunjukkan bahwa berlindung (meminta perlindungan) kepada kalam (dan nama & sifat) Allah Ta'ala adalah diperbolehkan. 

Hadits ini juga menjadi dalil shahih bahwa Kalam Allah adalah bukan makhluk, karena kita disyariatkan untuk berlindung kepadanya. Andaikata Kalam Allah itu makhluk, niscaya kita dilarang meminta perlindungan kepadanya, karena berlindung kepada makhluk dalam kaitannya dengan keyakinan (tauhid) adalah syirik.

Hadits ini membantah keyakinan kaum mu'tazilah yang beranggapan bahwa Al-Qur'an itu adalah makhluk.

Cara menyikapi yang tepat terhadap anggapan kaum mu'tazilah ini, bahwa Al-Qur'an jika dipisahkan, kertasnya adalah makhluk, dan tulisan didalamnya adalah Kalam Allah Ta'ala. Jika menjadi satu kesatuan, yang dimenangkan adalah Al-Qur'an itu Kalam Allah Ta'ala.

4. Sesuatu yang bisa memberi manfaat duniawi (mendatangkan kebaikan atau menghindarkan keburukan), dalam aqidah yang lurus hal itu belum tentu benar, makanya meminta perlindungan kepadanya adalah termasuk perkara syirik.


Bersambung إِنْ شَاءَ اللّهُ...


والله أعلمُ بالـصـواب
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْْ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

(Diringkas oleh : Isfanz Rozyn - Gohijrah)

KOMENTAR