أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

رَِبِّيْ زِدْنِي عِلْماً وَارْزُقْنِي فَهْمًا

 

Akhlaq yang baik dibutuhkan dalam semua sisi kehidupan manusia. Bahkan sempurnanya iman seseorang dapat dilihat melalui akhlaqnya dalam keseharian.

Nabi ﷺ bersabda,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)

Keberhasilan perkembangan Islam di Indonesia, salah satunya diawali oleh para pedagang dari Yaman, yang selain berdagang mereka membawa misi menyebarkan ajaran agama Islam, melalui pendekatan akhlaqul karimah (perilaku yang baik) dengan penduduk asli nusantara saat itu.

Sebagai seorang yang beriman, dimana keseharian kita tidak terlepas dari berbagai praktek muamalah (perdagangan dan jual beli), maka hendaknya kita memahami bagaimana akhlaq dalam bermuamalah.

Dengan demikian, kita akan senantiasa mengingat tujuan utama hidup manusia, yaitu mengabdi kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, artinya praktek muamalah yang kita lakukan akan tetap dilandasi semangat mencari ridho Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, bukan untuk mengejar kesuksesan di dunia semata.

Allah ﷻ berfirman:

رِجَا لٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَا رَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِ قَا مِ الصَّلٰوةِ وَ اِيْتَآءِ الزَّكٰوةِ ۙ يَخَا فُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَا لْاَ بْصَا رُ ۙ
"orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),"

لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
"(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas." (QS. An-Nur 24: Ayat 37-38).

Allah ﷻ berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَا سْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 9).


Diantara beberapa perilaku baik yang harus dimiliki oleh seseorang dalam bermuamalah atau menjalankan bisnis adalah sebagai berikut :

1. Sifat Jujur dan Amanah.

Sering kita mendengar ungkapan yang tidak tepat di masyarakat, "Jujur Ajur!" "Kalo jujur gak bakalan untung!", dan lain sebagainya.

Padahal ajaran Islam mengajarkan yang sebaliknya, bahwa kita harus bersikap jujur dan amanah, jika ingin meraih keuntungan di dunia dan mendapat ridho Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).” (HR. Ibnu Majah & Tirmidzi).

Nabi ﷺ juga bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hadits al-Hasan bin Ali رضي الله عنهم, dari Nabi ﷺ, Beliau bersabda :

…إِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَة، وَالْكَذِبَ رِيْبَة…
“… Kejujuran itu ketentraman, dan dusta itu keragu-raguan …” [HR. At-Tirmidzi, no. 2518].

2. Menjauhkan diri dari segala bentuk syubhat.

Hendaknya kita berupaya menghindari kondisi-kondisi yang meragukan, yang bisa mengarah kepada keharaman.

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah ﷺ dan kesayangannya رضي الله عنهم, ia berkata, “Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah ﷺ, ‘Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.’” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i).

Dari An Nu’man bin Basyir رضي الله عنهم, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599).

3. Memperbanyak Shadaqah (di luar yang wajib / zakat).

Hal ini adalah sebagai upaya untuk membersihkan harta yang berasal dari bisnis yang dijalankan.

Dari Qais bin Abi Gharzah, dia berkata, "Adalah Rasulullah ﷺ bersabda,

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ ، فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ 
"Wahai para pedagang, sesungguhnya dalam jual beli terdapat kelalaian dan sumpah, maka bersihkanlah dengan sadaqah." (HR. Tirmizi, no. 1208, Abu Daud, no. 3326, Nasai, no. 3797, Ibnu Majah, no. 2145. Dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud).

4. Bersegera dalam mencari rezeki.

Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi ﷺ bersabda,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud).

Ulama juga memaknai 'bukuriha' disini adalah bersegera, tidak harus waktu pagi.

5. Bersikap toleran dan memudahkan dalam jual beli.

Rasulullah ﷺ memerintahkan (para pedagang) untuk toleran, memberi kemudahan dalam menjual dan membeli.

Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنهم sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda,

 رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى  (رواه البخاري، رقم 1970)
"Semoga Allah merahmati seseorang yang mudah apabila menjual, membeli dan jika menuntut haknya." (HR. Bukhari, no. 1970).

Dari Abi Al-Yusr radhiallahu anhu, dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِراً أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ  (رواه مسلم  3006 )
"Siapa yang memberi tangguh kepada orang yang kesulitan (untuk membayar hutang), atau membebaskan hutangnya, maka Allah akan berikan naungan dalam naungan-Nya." (HR. Muslim, no. 3006).

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ
“Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari 18 & Ibn Majah 2504).

6. Menerima Pengembalian Barang dari Pembeli.

Rasulullah ﷺ menganjurkan tindakan penjual untuk menerima apabila pembeli mengembalikan barang yang telah dibeli

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,

 مَنْ أَقَالَ مُسْلِماً أَقَالَهُ اللَّهُ عَثْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Siapa yang menerima kembali barang yang telah dibeli darinya apabila pembeli mengurungkan pembelian, maka Allah akan mengangkatnya dari ketergelinciran di hari kiamat." (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah).


والله أعلمُ بالـصـواب

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ


Kajian Islam Rutin Gohijrah
Gohijrah - Jl. Diponegoro No. 39 Surabaya
Oleh : Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc, MH
Kamis, 11 Jumadil Akhir 1441 H / 6 Februari 2020

(Diringkas oleh : Isfanz Rozyn - Gohijrah)

KOMENTAR