HSI Abdullah Roy, Daurah Tematik *"Wasiat Perpisahan Rasulullah ﷺ"

● Halaqah I

Kitab hadits yang masyhur, Al-Arbain An-Nawawiyah yang dikarang oleh Imam An-Nawawi رحمه الله‎, berisi tentang 42 hadits yang membahas pokok-pokok ajaran agama Islam yang diturunkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berupa wahyu untuk diwahyukan lagi oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada umat manusia, yang terus digali dan dipelajari oleh para ulama ahlu sunnah wal jamaah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى ۗ
"dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya."

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰى ۙ
"Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),"
(QS. An-Najm 53: Ayat 3-4)

Dalam kitab tersebut, disebutkan sebuah hadits pada urutan yang ke-28 yang merupakan salah satu pokok dari ajaran agama Islam.
الحَدِيْثُ الثَّامِنُ وَالعِشْرُوْنَ

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ العِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قاَلَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظًةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوْبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُوْنُ فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةً مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu‘anhu, ia berkata, “Rasulullah ﷺ memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].

Mau'idzoh (مَوْعِظًةً) bermakna nasihat yang berisi dorongan untuk melakukan sesuatu (targhib) dan untuk menakut-nakuti (takhwif) dari sesuatu. Misal : pahala yang besar dan ancaman adzab atas suatu dosa.

Rasulullah ﷺ semasa hidupnya jarang melakukan mau'idzoh kepada para sahabatnya, karena sifat hati manusia itu sebenarnya mudah merasa bosan.

Nasihat Nabi ﷺ tersebut di atas mampu membuat hati para sahabat merasa takut dan berlinang air matanya. Hal ini menandakan bahwa nasihat tersebut sangat dalam dan mengena ke hati-hati para sahabat. Artinya pula, hati-hati sangat lembut dan mudah bergetar sehingga mudah pula dalam menerima nasihat, begitu pula yang nampak dari tetesan air matanya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۙ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal," (QS. Al-Anfal 8: Ayat 2).

Allah juga menceritakan tentang sebagian orang beriman lainnya,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا سَمِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰۤى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَـقِّ ۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَا كْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
"Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad)." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 83)

Sedangkan hati yang keras adalah dimiliki oleh orang yang susah menangis karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Maka apabila seseorang melihat dirinya susah untuk menangis dan susah bergetar hatinya ketika mendengar nasihat, hendaklah dia segera mengoreksi hatinya, dan segera beristighfar, karena itu disebabkan oleh banyaknya dosa yang telah diperbuat.

Ketika para sahabat menerima nasihat dari Nabi ﷺ, dengar mendengar kata-kata yang disampaikan oleh Beliau ﷺ, mereka bertanya-tanya dan kemudian meminta wasiat, yaitu sebuah nasihat yang ditekankan, karena sepertinya ini adalah sebuah nasihat perpisahan dari Rasulullah ﷺ.

Wallahu Ta'ala A'lam.

(Diringkas oleh : Isfanz - Gohijrah)

KOMENTAR