● Halaqah II

Kemudian Nabi ﷺ mewasiatkan kepada para sahabatnya, yang pertama adalah agar bertaqwa kepada Allah عَزَّ وَ جَلَّ.

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

'Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah'

Nasihat agar bertaqwa adalah sebuah wasiat agung, dia adalah sebab datangnya seluruh kebaikan di dunia dan di akhirat, yang juga diwasiatkan kepada umat-umat terdahulu dan umat-umat yang akan datang.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

... ۗ وَلَـقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِ يَّا كُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗ ...
"...Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi Kitab Suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah..." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 131)

Di antara keutamaan bertaqwa adalah diberikan oleh Allah jalan keluar dari setiap permasalahan, seberat dan serumit apapun juga.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 ۙ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ 
"...Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya," (QS. At-Talaq 65: Ayat 2)

Dan karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berkuasa atas segala sesuatu

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"...dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 189)

Barang siapa yang ingin mendapatkan kemudahan dalam setiap urusannya maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah.

Taqwa juga merupakan penyebab Allah mendatangkan rezeki yang barokah dari arah yang tidak disangka kepada hambaNya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Maka hendaklah seorang hamba dan juga seluruh penduduk sebuah negeri bertaqwa kepada Allah agar dibukakan keberkahan dari langit dan dari bumi.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ...
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)

Demikian pula keselamatan seseorang di akhirat kelak, sebabnya adalah ketaqwaan yang dia miliki selama di dunia. Mulai sejak sakaratul maut, alam kubur, hari kebangkitan, dikumpulkan di padang mahsyar, yaumul hisab, melewati shirotol mustaqiim, semuanya dipengaruhi oleh ketaqwaan yang dia miliki.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَا زًا ۙ 
"Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," (QS. An-Naba' 78: Ayat 31)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۗ 
"Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir)." (QS. Al-Hijr 15: Ayat 45)

Hal ini menunjukkan bahwa yang akan masuk ke dalam surga adalah orang yang bertaqwa. Kebaikan dunia dan akhirat hanya bisa didapatkan dengan bertaqwa.

Apakah yang dimaksud dengan taqwa?

Menurut ulama, definisi taqwa adalah, "Engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah, menjalankan perintah, melakukan kewajiban, melakukan perkara mustahab di atas cahaya dari Allah berdasarkan dalil al-Qur'an & al-Hadits, dan mengharapkan pahala dari Allah. Lalu engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah (juga berdasarkan dalil), dan engkau meninggalkan kemaksiatan tersebut karena Allah (bukan karena sebab lain, misal : agar dianggap orang sholeh atau karena malu terhadap orang lain)."

Maka jika kita beramal dengan tanpa dalil (walaupun itu baik) dan bukan mengharap pahala dari Allah, hal ini tidaklah termasuk taqwa. Seseorang yang beramal sholeh dengan harapan dipuji orang lain, maka ini bukan termasuk bertaqwa.

Tidak boleh pula seseorang mengharamkan sesuatu tanpa dalil, padahal hal itu sebenarnya dihalalkan oleh Allah.

Definisi di atas menunjukkan bahwa bertaqwa kepada Allah bisa diwujudkan hanya dengan jalan belajar ilmu agama.

Selain itu ada banyak definisi taqwa lainnya di dalam al-Qur'an.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ۙ 
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,"

يُّصْلِحْ لَـكُمْ اَعْمَا لَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَا زَ فَوْزًا عَظِيْمًا
"niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70-71)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّا عَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar." (QS. Al-Hajj 22: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا ۙ 
"Wahai nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana," (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 1)

Wallahu Ta'ala A'lam.

(Diringkas oleh : Isfanz - Gohijrah)

KOMENTAR