Nabi Ibrahim عليه السلام dalam Al Qur’an berkata, وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ “Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (As Syu’araa: 80) Sekarang semuanya kembali kepada diri kita sendiri, bagaimana kita berserah diri kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, dan menyadari bahwa Allah-lah satu-satunya tempat untuk kita memasrahkan segala urusan kita, dan Yang Mampu memberikan jalan keluar bagi kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِ نَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ  ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 185)

Sumber: https://gohijrah.com/2020/09/19/fatamorgana-kehidupan

KOMENTAR