Suara knalpot motor mulai terdengar di kejauhan. Blar...blar...suara itu semakin lama semakin keras terdengar. Suasana pondok yang biasa sepi dan tenang tiba-tiba riuh dengan kedatangan puluhan Muslim Riders Indonesia (MRI) dari Surabaya. Para santri yang biasa hidup dalam kesederhanaan, sontak dikagetkan dengan kedatangan para penunggang motor gede berharga hampir 1 miliar tersebut. “masya Allah, banyak sekali yang ikut,” tutur al Ustadz KH Kholiful Hadi, pengasuh Pondok Pesantren Darul Atsar, Panceng Gresik.

 

Sejak pukul 06.00 pagi, beberapa rider sudah mulai berkumpul di kantor gohijrah di Jl Diponegoro. Titik kumpul di gohijrah dipilih mengingat lokasinya yang strategis berada di tengah kota. Selain itu di gohijrah terdapat tempat untuk beristirahat sejanak bagi para riders yang berasal dari luar kota sebelum memulai perjalanan. Ya, selain dari Surabaya, peserta riding kali ini juga datang dari daerah lain seperti Malang. Mereka bahkan mulai berangkat dari rumah sebelum adzan subuh berkumandang.

Semakin siang, semakin banyak para riders yang datang dengan menggunakan berbagai macam jenis kendaraan. Mulai Harley Davidson, BMW GS, dan jenis lainnya. Memang di MRI tidak terbatas untuk jenis kendaraan tertentu. Mulai cc besar hingga cc kecilpun diterima. Asalkan mau mengikuti dan patuh dengan peraturan di MRI.

Begitu jam menunjukkan pukul 07.30, peserta riding mulai berangkat ke tujuan. Ponpes Darul Atsar, Panceng Gresik. Dengan berbaris rapi, para peserta melaju dengan kecepatan rata-rata yang diperbolehkan. Rute kali ini mengambil arah Diponegoro, Banyu Urip, Margomulyo, Romokalisari, GKB, Sembayat, Panceng.

Keseruan berkendara juga tampak di perjalanan. Suasana jalan yang relatif sepi, membuat para rider sedikit menaikkan kecepatannya. Mereka terkadang menggeber knalpot motornya, membunyikan klakson dan kadang berhenti untuk berfoto bersama. Dengan izin Allah, sekitar pukul 09.00 para rombongan pun tiba di lokasi pondok.

Kunjungan MRI ke Pondok Darul Atsar ini merupakan sebuah ikhtiar pengurus untuk mengenalkan para riders dengan lingkungan pondok. Mengingat pondok merupakan sumber ilmu agama bagi umat Islam. Harapannya selain mendapatkan kenikmatan berkendara, para rider juga bisa merasakan tenangnya suasana jiwa dan lingkungan para penuntut ilmu. “ya imagenya anak motor kita semua tahu bagaimana. Dengan kegiatan ini semoga Allah bisa terus memberikan hidayah kepada kami sekaligus kami tetap bisa menyalurkan hobi, yaitu riding,” kata Hari Ganyong, ketua acara.

Selain bakti sosial dengan penyerahan donasi uang tunai, air mineral dan kurma untuk persiapan ramadhan, acara bertajuk High Speed for The Good Deeds (kecepatan tinggi untuk kebaikan) yang dilaksanakan pada hari Ahad 21 Maret 2021 tersebut dikemas oleh panitia dengan pemberian tausyiah oleh pengasuh pondok, al Ustadz KH Kholiful Hadi. Tema yang dibawakan kali ini adalah 20 Kiat Dalam Menjauhi Maksiat. Tema kajian ini diambil dari buku saku dengan judul serupa.

 

Dalam tausyiahnya, al Ustadz Kholiful Hadi menjelaskan, bahwa salah satu kiat menjauhi maksiat adalah mengingat kematian yang datang tiba-tiba. Menurut Ustadz, dengan mengingat pemutus kelezatan itu maka hati akan menjadi lunak dan enggan bermaksiat. “pasti takut. Kalau sudah takut, pasti enggan maksiat. Kan ngeri kalau tiba-tiba mati pas maksiat. Bisa celaka di akhirat,” terang Ustadz.

Kegiatan MRI ke Pondok Darul Atsar ditutup dengan acara foto bersama dan penyerahan plakat kenang-kenangan dari pihak pondok dan MRI. Setelah foto, acarapun ditutup dengan menikmati hidangan khas pesisir Gresik, lauk ikan manyung dan cumi-cumi hitam. Hmmm. Masya Allah lezaaat.

KOMENTAR